QCA.SCH.ID – Banyak orang tua anak berumur 2 sampai 5 tahun memiliki pertanyaan itu. Kenapa anak saya susah fokus? Dan banyak pula orang tua yang kerepotan menghadapi dan meladeni anak yang seperti bola bekel atau per yang sulit tenang dan focus. Lalu mereka mulai berpikir anak saya normal apa tidak ya?  Dan itu menjadi trending topic pembicaraan di arisan atau media sosial. Ibu-ibu muda mengalami fenomena tersebut, lalu clueless dan frustasi dengan anak balita mereka.

Begitu pula di sekolah, tema yang hangat didiskusikan adalah murid yang susah fokus untuk duduk tenang dan berikan perhatian penuh kepada guru. Sering kali mereka dilebel/dicap sebagai anak nakal atau anak kurang ajar. Karena terlalu sering anak ini mengalihkan perhatiannya dan terdistraksi oleh hal yang ada disekitarnya.

Kesuksesan seorang anak ditentukan oleh beragam keterampilan yang dimiliki.  Dan untuk seorang anak bisa menjadi terampil dia perlu memperhatikan guru atau orang yang memberikan instruksi. Jadi ketika orang tua melihat anaknya tidak bisa diam, ada kekhawatiran yang timbul, khawatir nanti anaknya ketinggalan dalam mengerti pelajaran dan akhirnya harus mengulang di kelas yang sama. Karena memang ada hubungan yang cukup signifikan antara kemampuan untuk fokus dengan kemampuan akademis seorang anak . (Duncan et al., 2007; Kos, Richdale, & Hay, 2006)

Fenomena apa yang sedang terjadi hari-hari ini? Sebelum mengambil kesimpulan apapun, kita harus bernalar dahulu akan kemungkinan yang dapat timbul. Mungkin memang ada anak yang memiliki energy yang berlebih,  sehingga mereka perlu bergerak lebih banyak. Mungkin juga mereka merasa bosan dengan hal yang dilihat atau dikerjakan sehingga tidak mau berlama-lama memperhatikan dan melakukannya. Atau mungkin juga ekepektasi dari orang tua dan guru terhadap anak,  sehingga guru atau orang tua menjadi kecewa dan frustrasi terhadap si anak karena tidak dapat memenuhi keinginan. Ekspektasi yang terlalu tinggi atau tidak sesuai usia tumbuh kembang anak juga dapat menyebabkan anak susah fokus dan cepat teralihkan perhatiannya

Mari kita lihat dahulu  teori  dari para ahli perkembangan anak usia dini,  jangka waktu seorang anak dapat memberikan perhatian penuh kepada seseorang atau kepada sebuah aktifitas.   Pada umumnya jangka waktu seorang anak untuk berikan perhatian penuh (Fokus) adalah 2 atau 3 menit  dikalikan  usia anak. Ada juga yang memiliki persepsi 2 sampai 5 menit dikalikan usia anak .  Jadi inilah tabelnya:

  • 2 tahun : 4 sampai 6 menit
  • 3 tahun : 6 sampai 9 menit
  • 4 tahun : 8 sampai 12 menit
  • 5 tahun : 10 sampai 15 menit.
  • 6 tahun : 12 sampai 18 menit.

Setelah kita mengetahui jangka waktu setiap level usia barulah kita dapat merancang kegiatan yang dapat membuat anak berikan perhatiannya dengan sepenuhnya. 

Apakah seorang anak dapat memberikan perhatian lebih dari batas waktu maksimumnya? Menurut saya tergantung dari kegiatan yang diberikan. Namun tidak dapat juga ditarik terlalu jauh dari batas waktu maksimum. Karena memang semua proses pertumbuhan anak haruslah selaras dengan kesiapan mental dan cognitive yang sesuai usia tumbuh kembangnya, misalnya anak berusia 2 tahun jika ingin di tarik  lebih lama dari batas maksimum dapat di berikan sampai 12 menit agar anak tidak merasa terpaksa dan tetap dapat bergembira memberikan perhatiannya.

Inilah beberapa strategi yang dapat menolong anak- anak agar bisa memberikan perhatian yang penuh (Fokus) :

  • Ketika memiliki anak yang penuh energi itu adalah anugrah Tuhan, syukuri dan terima anak ini dengan segala kelebihannya. Bantu mereka untuk bisa menerima bahwa ada energi yang lebih banyak dibanding teman – temannya dan ajarkan untuk meminta ijin kepada orang tuanya atau gurunya untuk berhenti sejenak dari hal yang harus diperhatikan dengan sepenuhnya.
  • Berkreasi secara kreatif untuk hal yang tidak disukai anak. Misalnya jika anak tidak suka berhitung atau matematika, ambil koran bekas biarkan mereka melakukan hitung-hitungan dengan jari mereka dengan cara finger painting, lalu disalin ke dalam buku mereka.
  • Lakukan pengecekan secara berkala dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, agar ketika anak merasa kebingungan atau seperti kewalahan dengan tugasnya ada orang tua yang memberikan semangat. Untuk anak- anak yang sering kali merasa demikian orang tua harus membantu mereka mengenali kesulitan mereka. Jika mereka kesulitan di salah satu pertanyaan ajak mereka dengan tenang memecahkan soal tersebut atau melihat soal lainnya yang mereka dapat kerjakan lebih dahulu sehingga mereka merasa percaya diri lalu ketika kembali ke soal yang sulit  mereka akan dengan tenang melakukannya.
  • Bersama dengan anak membuat jadwal apa yang ingin dilakukan. Ajak anak berpikir mana yang dia ingin kerjakan terlebih dahulu, berapa lama ingin mengerjakannya. Lalu saat anak mengerjakan tugasnya pasang alarm sesuai dengan waktu yang anak sudah tentukan.
  • Untuk anak yang sulit untuk fokus, ajarkan mereka untuk menata tempat belajar mereka dengan rapi, dan ajak mereka berpikir barang apa yang akan mudah membuat perhatian mereka teralihkan, lalu ajak mereka untuk menaruh barang-barang tersebut di tempat yang tidak terlihat, sehingga tidak akan menganggu konsentrasi mereka.  
  • Ajak anak untuk mematikan semua gadget dan membuat perjanjian selama anak belajar untuk waktu yang mereka tetapkan, semua orang tidak bermain gadget dan mematikan televisi. Beri mereka pengertian bahwa hal – hal tersebut dapat membuat perhatian mereka teralihkan. 

Ketika strategi di atas dilakukan dengan konsiten dan terus menerus, pasti anak akan dapat mengetahui kapan mereka harus memberikan perhatian penuh mereka, dan kemampuan untuk berfokus akan menjadi bagian dari diri mereka.

Setiap anak adalah pemberian Tuhan dan harus dirawat dan dijagai, mereka adalah asset penting bukan saja untuk keluarga tapi untuk satu bangsa. Dengan melatih anak- anak bahkan sejak usia dini untuk memiliki keterampilan berfokus dengan waktu yang lama, maka mereka pasti akan dapat menyelesakan semua tugas mereka sejalan dengan tanggung jawab yang akan mereka terima di kemudian hari dan pastinya sangat berguna saat mereka menjadi seorang pemimpin.

Penulis : Rubi Mirayani, B.A., M.Pd. (Head Principal of Quiver Center Academy)

1 Comment

  • Soccernews Indonesia
    Posted May 26, 2020 2:33 am 0Likes

    kalau anak hyperaktif apakah juga jadi alasan susah fokus?

Leave a Comment

Quiver Center Academy will prepare the next generation of leaders who will take responsibility for repairing the ruins and revealing the destiny of this nation. Therefore, QCA will take on the role as a catalyst to this nation, to bring a new future of prosperity and peace

Subscribe to Our Article

Quiver Center Academy Team © 2020. All rights reserved.

× Informasi lebih lanjut