Selamat hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75!!!

Pandemi Covid-19 ini membuat semua tatanan dan aspek kehidupan harus mengalami perubahan yang tidak mudah, begitu pula di dalam dunia pendidikan. Tahun ajaran 2020/2021 ini diawali dengan Peraturan dari Kemendikbud melalui Surat Edaran Sesjen Kemendikbud no. 15 tahun 2020 yang menegaskan bahwa pembelajaran daring selama masa pandemi COVID- 19 ini harus bermakna, namun tidak boleh membebani murid dengan ketuntasan kurikulum, dan bahwa hasil pembelajaran murid haruslah bersifat kualitatif dan berguna.

Berdasarkan arahan dari Kemendikbud inilah kami lalu merumuskan pola pembelajaran berdasarkan proyek (Project-Based Learning), di mana beberapa tujuan pembelajaran dan mata pelajaran digabungkan dalam proyek-proyek yang dikerjakan oleh murid-murid, dengan tujuan tidak hanya mengasah kecerdasan kognitf mereka, namun yang juga penting untuk diasah adalah keterampilan Life-Skill, di mana mereka akan menjadi handal untuk dapat mengaplikasikan yang dipelajari di dalam kehidupan sehari-hari.

Saya sangat yakin, justru di tengah masa new normal ini, setiap siswa akan memunculkan keterampilan hidup dan juga kecerdasan memecahkan masalah. Sebab itu kerja sama yang kuat antara orangtua dan sekolah sangat penting untuk memastikan setiap siswa terus mendisiplin diri dalam proses pembelajaran daring ini. Dan saya percaya: ‘even in the worst situation, Godcan bring out the best in OUR CHILDREN”.

Project-Based Learning

1. Penggabungan Beberapa Mata Pelajaran Dalam Sebuah Proyek.

Berbeda dengan pembelajaran di kelas dengan masing-masing mata pelajaran yang diajarkan, Project-Based Learning menggabungkan beberapa mata pelajaran sekaligus dengan masing-masing objective-nya. Dengan demikian, melalui satu proyek murid dapat mencapai beberapa tujuan pembelajaran sekaligus.

Mengacu kepada arahan dari KEMENDIKBUD untuk tidak mengejar ketuntasan kurikulum sehingga membebani anak, kami memiliih objectives yang esensi dan disesuaikan dengan kebutuhan murid.

2. Experiential “Doing”.

Pembelajaran akan menjadi sangat bermakna bagi murid, karena murid belajar dengan cara “mengalami secara langsung” pembelajaran tersebut. Dibutuhkan partisipasi dan keterlibatan murid secara aktif, baik dalam mengikuti instruksi yang diberikan, mengajukan pertanyaan, berani menyampaikan pendapat dan gagasan, dan lain-lain.

Melalui experiential doing ini mereka akan menemukan relevansi dari apa yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari, dan pada saat yang sama memperoleh kemampuan untuk mengaplikasikan apa yang dipelajari dalam hidup mereka.

3. Melatih dan Mengasah Kemampuan Berpikir Kritis dan Memecahkan Masalah.

Sebelum murid dapat mempraktekkan pengetahuan yang diterima, tentunya murid harus terlebih dahulu memahami informasi, data, fakta, dan konsep yang diberikan. Kemudian mereka perlu melakukan pengamatan, menganalisa, mengidentifikasi masalah, memberi respon, membandingkan, dan pada akhirnya melakukan evaluasi. Kesemua proses ini melatih dan mengasah kemampuan berpikir kritis murid.

Dan itulah tujuan dari pembelajaran klasikal, yaitu melatih tools of learning agar selalu menjadi pembawa solusi bagi lingkungan di sekitar mereka karena pola pemikiran yang dipergunakan. Apapun masalah yang dihadapi, baik itu dalam pembelajaran, di rumah, maupun dalam hidup sehari-hari, mereka akan aktif berpikir untuk mencari solusi.

Kerja sama Murid dan Orang Tua Dalam Pembelajaran Daring

Belajar dari rumah memiliki tantangannya tersendiri. Akan tetapi dengan kerja sama yang konsisten dan berkesinambungan dari orangtua dan murid, belajar dari rumah akan dapat mencapai hasil yang maksimal.

Bentuk kerja sama dari murid dan orangtua yang dibutuhka

1. Ciptakan lingkungan belajar dan kondusif dan nyaman.

Minimalkan distraksi dari lingkungan sekeliling dan pastikan area belajar tidak terlalu nyaman ataupun kurang nyaman. Artinya, murid dikondisikan untuk ada dalam atmosfir suasana di dalam kelas saat belajar, agar murid selalu memilik mood belajar yang dibutuhkan.

2. Berpartisipasi secara aktif dalam setiap proses pembelajaran.

Hal ini mencakup keaktifan untuk hadir tepat waktu di setiap sesi pelajaran, rajin dalam menyelesaikan setiap tugas dengan tepat waktu, keaktifan dalam bertanya, menjawab, dan mengemukakan pendapat selama pembelajarang daring.

Selama pembelajaran daring ini, penilaian bukan hanya dari hasil akhirnya ataupun dari tugas-tugas tertulis yang diberikan. Kami berupaya agar setiap murid dapat menunjukan partisipasi dan performa yang baik saat tatap muka melalui layar kaca. Karena itu, setiap murid sangat diharapkan untuk mengikuti proses pembelajaran dari awal sampai akhir waktu tatap muka.

Leave a Comment

Quiver Center Academy will prepare the next generation of leaders who will take responsibility for repairing the ruins and revealing the destiny of this nation. Therefore, QCA will take on the role as a catalyst to this nation, to bring a new future of prosperity and peace

Subscribe to Our Article

Quiver Center Academy Team © 2020. All rights reserved.

× Informasi lebih lanjut