Maret 2020

Dear parents,
Terima kasih atas dukungan dan kerja sama para orang tua di term pertama semester 2 ini, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan sangat baik, dan semua dapat kita lihat dalam rapor mid-semester mereka.

Di akhir masa liburan mid-semester, berkaitan dengan mulai merebaknya
kasus Covid-19 di daerah Jabodetabek, pemerintah mengeluarkan keputusan penghentian Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah, lalu pemerintah menghimbau agar proses pembelajaran dilakukan secara mandiri dari rumah dengan memanfaatkan teknologi daring.

Karena proses pembelajaran dari rumah merupakan hal baru dan segala hal yang baru pasti memerlukan waktu untuk penyesuaian, namun kami percaya bahwa pada akhirnya semuanya mendatangkan kebaikan bagi kita semua.

Sebagai kepala sekolah Grammar, saya sangat menghargai dan berterima kasih atas kerja sama yang sangat baik dari Bapak/Ibu selama masa pembelajaran mandiri ini yang sudah berlangsung 2 minggu ini. Mari kita
terus berdoa agar kesembuhan terus terjadi dan kondisi kembali pulih, agar kita semua akan dapat kembali beraktifitas seperti sebelumnya.
Tuhan memberkati.

Banyak orang menulis atau membuat video tentang Pandemic Covid-19 dan bisa diakses kapanpun dan di manapun. Pemerintah pun terus menerus mendorong seluruh masyarakat agar tetap tinggal di rumah demi rantai penyebaran segera terputuskan, dan sebagai masyarakat yang bijak dan taat, sudah seharusnya kita melakukannya.

Meskipun hari-hari ini menjadi masa yang tidak nyaman dan membosakan, namun percayalah segala hal pasti mendatangkan kebaikan untuk kita semua. Ini masa di mana orang tua menjadi pendidik sejati dan dapat
menikmati waktu-waktu kebersaaman dengan anak-anak.

Sebuah riset yang dilakukan oleh ilmuwan bernama Philippa Lally
menunjukkan bahwa untuk membangun sebuah kebiasaan baru dibutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan, sebelum hal itu menjadi sebuah kebiasaan. Karenanya, masa mengisolasi diri yang diterapkan pemerintah selama dua bulan ini dapat menjadi kesempatan yang baik untuk orang tua membangun kebiasaan-kebiasaan baru yang baik dalam diri anak.

Hal yang terbentuk di masa pandemic ini:

1. Hidup bersih dan sehat.
Tekankan pentingnya menjaga kebersihan diri dengan rajin mencuci
tangan, dan bersihkan badan sehabis keluar dari manapun, mengenakan masker jika sedang kurang sehat, menerapkan etika ketika batuk, menjaga jarak ketika berinteraksi dengan orang lain. Di masa ini, secara otomatis anak akan terlatih untuk mencuci tangan setelah masuk ke dalam rumah sehabis bepergian atau sebelum memegang makanan. Ini akan menolong anak untuk menjaga kebersihan dan kesehatan pribadi.

2. Disiplin untuk belajar secara mandiri.
Pada awalnya, pembelajaran mandiri mungkin cukup membingungkan
dan cukup menyita waktu dan perhatian, karena anak-anak (dan juga
orang tua) belum terbiasa melakukan pembelajaran tanpa adanya guru
yang hadir secara fisik. Namun hal ini dapat membantu mengkondisikan
anak untuk membangun kemandirian dan disiplin diri dan dalam hal
waktu, karena anak dilatih untuk menepati jam belajar dan
menyelesaikannya tepat waktu.


3. Handal dan cakap dalam melakukan pekerjaan rumah.
Pada masa home learning ini, project-project yang diberikan dari sekolah menjadi kesempatan untuk menanamkan sense of belonging dan sense of
involvement di dalam rumah. Selain ikut melatih keterampilan motorik anak, juga membangun bonding dengan orang tua/adik/kakak.


4. Keterampilan spiritual berkembang.
Kondisi seperti ini adalah waktu yang sangat tepat untuk menumbuhkan
empati anak, dengan mengajak mereka mendoakan orang-orang yang sakit agar segera sembuh, mendoakan para tenaga medis yang menangani pasien yang terpapar, juga mendoakan para pemimpin negeri agar diberi hikmat dalam menangani pandemi ini dengan tepat. Jangan lupa untuk terus ingatkan anak-anak agar selalu bersukacita dan bersukur dengan cara mencari dan memikirkan hal yang menyenangkan yang dapat dilakukan bersama.

Di masa pembelajaran mandiri ini, khususnya anak-anak yang duduk di kelas 4 ke atas, kita dapat melihat bahwa mereka mulai dapat belajar tanpa supervisi dan pendampingan dari orang tua. Artinya, ini menjadi masa di mana ada banyak waktu bebas yang bisa mereka gunakan, khususnya bagi yang memiliki fasilitas perangkat elektronik dan internet di rumah.

Ditambah lagi dengan peraturan “social distancing“ yang tidak mengijinkan anak bersosialisasi dengan teman/saudara yang tidak serumah, sehingga kesempatan untuk mengasah keterampilan sosial dan emosional menjadi sangat berkurang.

Jika setiap hari mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di depan
televisi atau bermain gawai, dapatkah dibayangkan apa yang akan terjadi
ketika anak-anak masuk sekolah nanti? Akibat dari disrupsi akan semakin
terasa dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, kerja sama dan monitoring orang tua di rumah sangat dibutuhkan agar hal tersebut tidak sampai terjadi.

Namun dalam satu mata uang logam selalu ada dua sisi yang berbeda. Ada
sisi negatif yang mungkin terjadi, tapi juga ada sisi positifnya. Jika di masa
self-isolation ini anak-anak dilatih untuk bangun pagi setiap hari, lalu
membantu merapikan kamar, menyiapkan sarapan/makan siang, serta
mengerjakan tugas dengan mandiri, membantu mencuci piring, menyiapkan makanan atau bahkan memasak, hal-hal tersebut tentunya akan melatih keterampilan dan kompetensi baru yang dapat menjadi modal dasar untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Kami percaya, bersama-sama kita akan menjadikan mereka sebagai GENERASI YANG BERBEDA! Amin!


Leave a Comment

Quiver Center Academy will prepare the next generation of leaders who will take responsibility for repairing the ruins and revealing the destiny of this nation. Therefore, QCA will take on the role as a catalyst to this nation, to bring a new future of prosperity and peace

Subscribe to Our Article

Quiver Center Academy Team © 2020. All rights reserved.

× Informasi lebih lanjut