Saya teringat sebuah cerita mengenai dua orang buta yang sedang mencoba mengenali seekor gajah. Masing-masing mereka berdiri disisi yang berbeda. Si buta yang berdiri di dekat hidung si gajah mengatakan bahwa gajah adalah binatang yang kurus, sementara si buta yang berdiri dekat dengan badan si gajah mengatakan bahwa gajah adalah binatang yang besar.

Mana kira-kira dari kedua orang tersebut yang benar? Tentu saja keduaduanya benar apabila dilihat dari posisi mereka.

Hari-hari ini kita seperti ada dalam kondisi yang sama dengan ke dua orang buta tersebut ditengah masa Pandemi Covid-19, dimana kita bisa melihat kejadian ini sebagai sebuah masalah yang membuat kita selalu merasa kuatir lalu terpuruk atau melihat ini sebagai wujud kebaikan Tuhan yang sedang menarik kapasitas iman dan potensi kita untuk semakin bergantung pada Tuhan sehingga berani keluar dari zona nyaman kita untuk melakukan banyak hal baru yang belum pernah kita lakukan.

Tuhan Yesus memberkati.

Kita harus mengakui bahwa Pandemi Covid-19 melanda seluruh bangsa
termasuk Indonesia dan berdampak besar bagi semua orang di dunia ini, termasuk perubahan gaya hidup dan kebiasaan harus ikut berubah menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.

Lalu bagaimana kita harus menyikapi hal ini? Apakah mungkin dampak yang ada dapat dirubah menjadi hal yang positif bagi kita? Sangat mungkin.

Saya melihat bahwa semakin banyak orang yang tiba-tiba memunculkan potensi yang selama ini mungkin terpendam, mereka menjadi begitu kreatif dalam menjalankan usaha mereka sehingga dapat terus berjalan; tidak sedikit pula yang harus melangkah keluar dari zona nyaman untuk mencoba hal-hal yang baru demi bisa menyelesaikan semua masalah yang ada. Dan orang-orang tersebut dapat sukses dengan apa yang mereka lakukan dan kerjakan.

Mereka mengubah krisis menjadi kesempatan untuk berkembang.

Hal yang sama juga terjadi di dunia pendidikan di Indonesia. Saat ini, justru ditengah pandemi yang terjadi, Kemendikbud melakukan perubahan pada obyektif pendidikan. Yang awalnya berfokus pada kemampuan akademis, bergeser menjadi kemampuan di aspek afektif dan sosial. Pembiasaan yang baik, keterampilan hidup dan membangun karakter menjadi fokus utama pendidikan di masa pembelajaran daring ini. Dan ketika ketiga hal tersebut menjadi bagian dalam diri anak, maka itu akan modal untuk mereka menjadi orang yang sukses di kemudian hari, karena mereka menjadi mumpuni berada di tengah masyarakat.

Claudia Inkiriwang seorang praktisi pendidikan dan juga seorang play therapist menyatakan beberapa hal positif untuk orangtua dapat nikmati di masa pandemic Covid 19, sehingga dapat mengubah krisis yang terjadi menjadi kesempatan untuk belajar:

1. Punya waktu untuk mengenal anak lebih dekat.

Mari melihat bahwa ini adalah momen yang berharga kerena dengan adanya waktu yang lebih banyak dihabiskan bersama dengan anak, membuat kita dapat melihat lebih banyak potensi maupun kebiasaan yang tidak terlihat sebelumnya karena kesibukan yang ada. Kita jadi tahu warna atau makanan kesukaan mereka, cara jalan mereka yang mungkin ternyata jinjit atau mungkin cara memegang pensil yang belum terlalu kuat.

2. Ajak anak untuk disiplin dalam mengatur dirinya sendiri.

Mengikuti jadwal belajar yang telah ditetapkan serta jadwal-jadwal yang lain yang selama ini sudah terbangun, duduk ketika sedang makan, membereskan mainan sendiri, membereskan makanan yang tidak sengaja tumpah ke lantai, berdoa dan membaca alkitab setiap hari adalah contoh dari hal-hal yang akan sangat membantu anak-anak kita tumbuh menjadi orang yang disiplin dalam waktu maupun dalam etos kerja.

3. Ijinkan anak untuk hadapi masalah, tantangan dan kegagalan.

Tidak selamanya kita terus bisa ada untuk mereka dan membantu mereka, ketika kita biarkan anak alami kegagalan dan hadapi masalah, mereka menjadi pribadi yang tangguh, tidak mudah menyerah, memiliki rasa percaya diri, perasaan bangga atas pencapaian yang ada, rasa bahagia dan nyaman, serta memicu motivasi untuk terus berkreativitas.

Menyalahkan situasi tidak pernah menyelesaikan masalah, tetapi dengan anak melihat teladan dari bapa ibu dalam meresponi masalah dengan mengubah krisis menjadi sebuah kesempatan, mereka juga akan tumbuh menjadi pemimpin dengan karakter dan kepribadian yang luar biasa.

Bapak Ibu hanya perlu mendampingi, lalu dorong dan beri pujian untuk
usaha dan proses yang anak jalani.

*Tips untuk memberi dorongan kepada anak saat mendampingi mereka :

– Tidak apa-apa kalau belum rapi. Terima kasih untuk usaha yang kamu
lakukan, kalo terus berlatih menulis pasti bisa rapi. Semangat ya.

– Wah, gambarmu bagus deh. Bapak suka caramu mengekspresikan apa yang ada dalam pikiranmu.

– Bagaimana kalau kita membuat sendiri pudingnya?

– Sepertinya Ibu juga tidak tahu jawabannya. Ayo kita cari tahu bersama-sama.

– Ayo, kamu pasti bisa mengikat tali sepatu sendiri. Mama akan tunggu.

Mari kita bersama mengubah sudut pandang kita, untuk melihat masalah
sebagai tantangan untuk menjadi lebih baik.



Leave a Comment

Quiver Center Academy will prepare the next generation of leaders who will take responsibility for repairing the ruins and revealing the destiny of this nation. Therefore, QCA will take on the role as a catalyst to this nation, to bring a new future of prosperity and peace

Subscribe to Our Article

Quiver Center Academy Team © 2020. All rights reserved.

× Informasi lebih lanjut