Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75.

Tanpa terasa sudah satu bulan kita menjalani tahun ajaran baru dengan sistem pembelajaran daring. Saya sangat mengerti bukan hal yang mudah untuk orang tua, guru, dan yang terutama anak-anak tercinta kita di level Kindergarten.

Satu hal yang saya syukuri, meskipun banyak dari kita yang awalnya cukup bergumul dalam melakukan penyesuaian baik dalam proses pembelajaran jarak jauh ini, lalu cara mengoperasikan aplikasi google classroom, apalagi ketika harus dilakukan dengan sukacita. Namun, puji Tuhan saya mulai mendengar kesaksian dari Bapak/Ibu yang bersyukur karena dapat melihat perubahan yang dialami oleh anak mereka. Yang awalnya menangis lalu kabur ketika harus belajar di depan layar, sekarang sudah bisa duduk dan mengikuti pelajaran dengan semangat. Ada juga yang bersaksi bahwa melalui peristiwa pandemik ini, beliau dapat semakin mengenal perkembangan anaknya dan juga mendapatkan pengetahuan baru tentang pendidikan anak.

Saya yakin semuanya dapat terjadi karena keterbukaan hati untuk bersama- sama membantu dan mendukung, anak-anak dalam mencapai gol yang seharusnya tercapai.

Saya juga percaya, di hari-hari ke depan, kita akan melihat perkembangan yang jauh lebih signifikan lagi dalam diri anak-anak kita tercinta.

Apakah manfaat positif yang muncul di pembelajaran daring ini? Setelah sebulan ini saya melakukan pengamatan, ada beberapa dampak/ positif yang kita nikmati di masa ini.

1. Anak Tumbuh Menjadi Mandiri.

a. Anak secara mandiri duduk di depan laptop selama pembelajaran berlangsung tanpa harus disuruh orang tuanya. Saya sangat bersyukur dapat melihat pekerjaan Tuhan dalam hidup anak terutama anak Kindergarten 2. Karena ketekunan dari orang tua bersama guru untuk melatih dan menyemangati agar anak dapat duduk dengan tenang dan memberikan perhatian penuh; mereka dapat duduk lebih lama ketika mengikuti devotion dan di kelas.

b. Di dalam jadwal kegiatan, ada waktu yang disediakan untuk anak dapat menyiapkan keperluan belajar mereka secara mandiri. Tujuannya adalah dengan kemandirian yang sedang dilatih, mereka tidak bergantung kepada orang tuanya maupun orang lain. Kami melatih agar setiap anak secara mandiri dapat menyiapkan bahan material yang akan dipakai di kelas serta baju yang akan digunakan keesokan harinya.

c. Anak secara mandiri menjawab pertanyaan yang diajukan guru. Terima kasih untuk orangtua yang memberi kesempatan untuk anak dapat menjawab pertanyaan dari guru, dan terus menyemangati tanpa memberitahukan jawaban kepada mereka. Dengan proses tersebut, selain kami melatih anak-anak  untuk fokus mendengarkan penjelasan gurunya, kami juga dapat menilai pemahaman mereka dari apa yang telah dijelaskan Apabila anak kebingungan, kita dapat minta mereka untuk angkat tangan dan meminta guru mengulang kembali pertanyaan yang ada.

d. Anak secara mandiri melakukan tugas yang diberikan. Kami sengaja menggunakan google slide dan google form dimana soal-soal yang diberikan sangat menyenangkan dan mudah dikerjakan secara mandiri oleh anak. Peran orangtua adalah mendampingi dan menolong di saat harus mengunggah file atau bacakan instruksi. Untuk semua tugas maupun proyek yang harus dikerjakan, marilah Bapak/Ibu memberi kesempatan untuk anak mengambil peran sebagai siswa untuk pengerjaannya.

2. Anak Belajar Mendisiplinan Diri.

Mampu untuk belajar di depan laptop bukan hal yang mudah bagi anak- anak. Tapi saya melihat mereka bersedia mendisiplin diri mereka untuk siap bersekolah di jam 8.30 dan mengikuti pelajaran sampai selesai.

Saya juga melihat dan bangga karena bahkan disaat emosi anak sedang kurang baikpun dengan dorongan dari para orangtua, anak ini terlihat berusaha untuk mendisiplin diri dengan melakukan tanggung jawabnya untuk menyelesaikan proses pembelajaran. Dan pada akhirnya saya memperhatikan bahwa setiap anak dapat menikmati aktifitas yang diberikan.

3. Anak belajar bersosialisasi.

Kami sangat bangga melihat kemampuan sosial anak-anak yang terus menunjukkan pertumbuhan di masa pembelajaran secara daring ini. Saya mendapati ketika mereka harus menunggu giliran mereka berbicara, banyak dari mereka dapat melakukannya dengan sabar. Pada saat mereka melihat ada satu atau dua teman yang sedang sedih atau tidak antusias dalam belajar, mereka belajar untuk menyemangati teman mereka. Beberapa anak juga terlihat menghormati teman mereka yang sedang berbicara dengan cara mendengarkan mereka.

Disaat mereka tidak dapat memeluk teman mereka secara langsung, mereka memberi pelukan secara virtual. Bahkan mereka juga sangat gembira ketika bermain bersama dengan teman mereka di kelas online.

Leave a Comment

Quiver Center Academy will prepare the next generation of leaders who will take responsibility for repairing the ruins and revealing the destiny of this nation. Therefore, QCA will take on the role as a catalyst to this nation, to bring a new future of prosperity and peace

Subscribe to Our Article

Quiver Center Academy Team © 2020. All rights reserved.

× Informasi lebih lanjut