Maret 2020

Dear Parents,
Apa kabar bapak /ibu, saya ingin sampaikan ucapan terima kasih untuk semua kerjasama yang diberikan selama masa perubahan besar-besaran yang dialami semua lapisan masyarakat. Kita semua merasakan adanya sebuah perubahan yang sangat besar dari dampak dari Pandemic Covid-19. Dan perubahan ini seperti “memaksa” sebagian besar masyarakat yang sebelum pandemic ini terjadi dapat beraktifitas di luar rumah, tiba-tiba harus melakukan aktifitasnya dari rumah.

Bukan hanya itu saja, tapi mereka yang selama ini tidak terbiasa
mempergunakan teknologi, tiba-tiba dituntut harus “berteman” dengan
teknologi. Para orang tua, demi membantu anak menyelesaikan tugas yang
diberikan sekolah sehingga harus belajar untuk dapat mengoperasikan gawai yang diperlukan. Begitu pula para guru yang biasanya berhadapan langsung dengan murid, kami harus tetap mengajar penuh kekreatifitasan agar anak didiknya tetap dapat menikmati masa-masa belajar mereka di rumah.

Melalui kejadian ini, banyak hal yang bisa kita semua pelajari, kita dapat
belajar untuk patuh dan terus mejaga pikiran tetap positif serta menumbuhkan rasa empati terhadap sesama. Terlepas dari dampak negatif
maupun positif yang muncul, saya bersyukur! Dan saya berterima kasih
seladamnya atas semua kerja keras bapa dan ibu untuk memastikan proses
pembelajran dari rumah dapat berjalan dengan lancar. Tuhan Yesus memberkati.

Sejak pertengahan bulan Maret 2020, istilah “ Home Learning atau belajar di rumah menjadi istilah yang sedang terus menjadi topik pembicaraan yang sering terdengar di kalangan pendidik dan orangtua. Karena Menteri Pendidiksn dan Kebudayaan mencanangkannya untuk diberlakukan sebagai solusi kelanjutan proses pembelajaran yang diharuskan untuk mencegah penyebaran virus covid-19.

Hal tersebut menjadi sebuah tantangan baru bagi sebagian besar orang yang selama ini tidak terbiasa dengan hal-hal canggih secara teknologi, dan saat ini dikondisikan untuk mulai peyawai dalam menggunakan beragam gawai. Namun pada akhirnya, semua mulai terbiasa dalam melakukannya.

Lalu mungkinkah sebuah sistem baru ini menghasilkan kebiasaan-kebiasaan yang baru dalam perilaku anak-anak usia dini? Sangat mungkin. Phillippa Lally dari University College London yang dipublikasikan dalam European Journal of Social Psychology melakukan penelitian terhadap 96 orang sukarelawan dengan menanamkan kebiasaan mengkonsumsi jenis
makanan dan minuman tertentu dalam selama 12 minggu. Dari hasil
penelitian yang dilakukan, ditemukan rata-rata diperlukan waktu 66 hari
untuk kebiasaan itu bisa dilakukan dengan otomatis.

Dimasa home learning ini banyak kebiasaan positif yang dapat terbangun:
kebiasaan mencari ide sehingga menjadi lebih kreatif, kebiasaan untuk
menjaga kebersihan rumah, kebiasaan untuk melayani, kebiasaan
berinteraksi yang benar dengan orangtua, kebiasaan anak didampingi
orangtuanya dalam belajar, atau terbangunnya kebiasaan membantu
orangtua di rumah karena tugas-tugas kecil yang diberikan dari sekolah.

Hal yang harus tetap waspada dengan kebiasaan-kebiasaan negative yang
dapat juga terbangun : kebiasaan bangun lebih siang karena tidak harus
berangkat sekolah, kebiasan untuk bermain gadget atau menonton TV
karena ada lebih banyak waktu luang. Juga sangat mungkin terbangun
adalah kebiasaan untuk bekerja dengan teknologi, dan semuanya pasti akan menciptakan perubahan dalam gaya hidup.

Waktu untuk proses “home learning” ini masih akan berlangsung sampai
pada akhir bulan Mei 2020, inilah hal2 yang harus terus dilakukan :

1. Aktifitas yang rutin seperti saat harus pergi bersekolah yaitu bangun
pagi lalu sarapan untuk bersiap melakukan proses pembelajaran di
depan layar computer pada waktu yang telah ditentukan.

2. Setelah proses pembelajaran melalui daring berakhir, buatlah aktifitas
menarik dan kreatif supaya anak terhindar dari kebiasaan
menggunakan gadget.

3. Terus membangun kebiasaan-kebiasaan yang positif.


Saya percaya, dengan melakukan ketiga hal di atas, anak-anak akan menjadi anak mandiri, kreatif dan disiplin .

Terima kasih untuk kerjasama para orang tua sehingga proses
pembelajaran dan aktifitas para siswa di rumah terjadi dengan baik sekali.


Leave a Comment

Quiver Center Academy will prepare the next generation of leaders who will take responsibility for repairing the ruins and revealing the destiny of this nation. Therefore, QCA will take on the role as a catalyst to this nation, to bring a new future of prosperity and peace

Subscribe to Our Article

Quiver Center Academy Team © 2020. All rights reserved.

× Informasi lebih lanjut