Hingga hari ini pandemi Covid-19 masih terus berlangsung. Namun saya
percaya perlindungan serta penyertaan Tuhan yang sempurna selalu nyata
terjadi atas keluarga Bpk./Ibu sekalian.

Tidak terasa kita sudah menjalani proses pembelajaran dari rumah selama dua bulan. Ditengah situasi yang tidak pasti ini, anak-anak tetap dapat menjalani proses pembelajaran dari rumah dan tetap dapat mencapai target sesuai dengan level mereka masing-masing. Semua itu dapat terjadi karena peran aktif Bpk./Ibu dalam mendukung setiap program pembelajaran yang telah kami rancang. Terima kasih untuk kerjasama yang sudah terjalin dengan baik.

Tentu saja kita semua berharap pandemi ini akan segera berlalu dan kita dapat kembali melakukan kegiatan sehari-hari dengan normal seperti biasa. Namun, apabila pembelajaran dari rumah masih harus berlangsung untuk beberapa saat lagi sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh pemerintah, apakah yang dapat kita lakukan untuk memastikan anak-anak kita benar-benar mengalami proses pembelajaran yang efektif dan efisien?

Proses pembelajaran anak-anak akan selalu menjadi prioritas kami sebagai sekolah. Dan kami berharap berbagai informasi yang kami berikan melalui newsletter ini akan membantu Bpk./Ibu untuk dapat menolong anak-anak agar tetap dapat menikmati keuntungan yang maksimal dari proses pembelajaran yang terjadi, walaupun dilakukan dari rumah.

Tetap Belajar Walau Dari Rumah

Belajar sesungguhnya adalah kebutuhan utama kita, agar kita dapat memenuhi kebutuhan dasar yang kita miliki sebagai manusia. Dan pembelajaran yang bermakna akan menumbuhkan serta membangun berbagai keterampilan dan potensi dalam diri kita.

Pada hakikatnya, pembelajaran terlebih dahulu terjadi di rumah, dan proses pembelajaran dari rumah yang kita lakukan saat ini dapat menjadi kesempatan yang baik untuk anak-anak menumbuhkan serta membangun berbagai keterampilan dasar yang mereka butuhkan untuk kemudian mengembangkan potensinya.

*Peran orangtua dalam proses pembelajaran di rumah:

1. Membangun kemampuan berpikrir kritis.

Jenis tugas yang lebih banyak berbentuk esai dan berdasarkan project, kami berikan dengan tujuan agar anak belajar mengobservasi, menganalisis, mengevaluasi, mengkolaborasikan berbagai hal, dan mengkomunikasikan solusi yang ditemukannya secara lisan maupun tulisan. Semua proses pembelajaran tersebut membangun kemampuan berpikir kritis.

Saya mendorong Bpk./Ibu untuk tetap menyemangati anak-anak dalam proses pembelajaran ini. Ucapkan kata-kata yang positif dan membangun, bantu mereka dengan cara membicarakan tugas yang sedang mereka kerjakan. Bertukar pikiran dengan orang lain juga merupakan salah satu cara untuk membangun kemampuan berpikir kritis. Dan yang terutama, beri mereka ruang untuk menjalani proses yang ada.

2. Membangun kedisiplinan.

Kedisiplinan adalah salah satu kunci kesuksesan. Seseorang yang disiplin akan dapat melakukan banyak hal dengan lebih efektif dan efisien. Pada saat anak-anak memiliki kedisiplinan, berarti ada pengendalian diri yang sudah terbangun dalam diri mereka.

Kami sengaja merancang jadwal pembelajaran dengan durasi waktu tertentu. Hal ini kami lakukan dengan tujuan anak-anak dapat mulai melatih dirinya bekerja sesuai dengan jadwal. Ketika mereka bekerja sesuai dengan jadwal, mereka akan belajar membagi waktu, memutuskan hal apa yang akan dilakukan dalam kurun waktu tertentu, dan bagaimana mereka harus melakukannya agar dapat menyelesaikan tepat waktu dengan hasil yang maksimal. Dan kedisiplinan ini akan terbangun dengan baik apabila mereka memiliki kemampuan berpikir kritis yang baik.

Mari kita terus mendukung anak-anak membangun kedisiplinan diri dengan menolong mereka untuk memiliki jam tidur yang teratur, sehingga mereka memiliki waktu tidur yang cukup – tidak kurang tapi juga tidak berlebihan. Dorong mereka untuk melakukan pembelajaran e-learning sesuai dengan jadwal yang sudah diberikan. Bantu mereka dengan menyediakan area belajar yang mendukung produktivitasnya. Jangan biarkan mereka mengerjakan tugas sambil bersantai ataupun berbaring di tempat tidur. Ajak mereka ngobrol tentang perencanaan waktu yang mereka buat dan berikan pengertian tentang pentingnya bekerja sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.

3. Membangun karakter.

Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang
terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakininya dan digunakannya sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak (Puskur, 2010). Karakter terbentuk bukan hanya ketika kita berinteraksi dengan orang lain. Pada masa PSBB dan belajar di rumah ini, karakter justru terbentuk dari hasil internalisasi diri.

Karakter kemandirian terbentuk saat anak-anak harus belajar sendiri di rumah, dan harus melalui proses berpikir yang membutuhkan waktu. Mengerjakan project yang mengharuskan anak-anak melibatkan orang lain akan mengajar mereka untuk bergotong royong dan memiliki empati. Dan jenis pembelajaran yang bervariasi melatih mereka untuk menjadi semakin kreatif. Bahkan test yang dilakukan secara online, itupun membangun integritas di dalam diri mereka.

Belajar sesungguhnya adalah perubahan tingkah laku, baik dalam hal pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Ketiga hal ini dapat kita jadikan sebagai indikator untuk menilai secara umum apakah anak-anak kita sudah mengalami proses pembelajaran yang bermakna dan mencapai target yang sudah direncanakan atau belum.

Ditengah situasi yang tidak biasa ini, saya percaya anak-anak kita akan tetap dapat mengalami pencapaian-pencapaian dalam proses pembelajaran yang mereka lakukan di rumah. Dan hal ini tidak terlepas dari dukungan serta kerjasama yang baik yang sudah terjalin antara orangtua dan sekolah.

Leave a Comment

Quiver Center Academy will prepare the next generation of leaders who will take responsibility for repairing the ruins and revealing the destiny of this nation. Therefore, QCA will take on the role as a catalyst to this nation, to bring a new future of prosperity and peace

Subscribe to Our Article

Quiver Center Academy Team © 2020. All rights reserved.

× Informasi lebih lanjut