Dirgahayu Republik Indonesia ke-75. Puji TUhan, kita merayakan kemerdekan bangsa kita dalam kondisi Normal Baru, suasana yang mulai berangsur-angsur mulai menunjukan aktivitasnya meskipun dengan tata aturan regulasi. Kesehatan pandemik yang sudah menjadi bagian dari kehidupan normal baru. Tak terkecuali dunia Pendidikan, karena alasan kesehatan dan keamanan para murid, maka untuk kegiatan belajar mengajar disarankan agar tidak menggunakan metode tatap muka secara langsung. Proses pembelajaran harus kembali menggunakan laptop, smartphone dan koneksi internet. Kreatifitas dan kerjasama antara guru dan orang tua sangat menentukan efektifitas pembelajaran di masa daring ini. Dengan adanya peran yang saling berkesinambungan antara orang tua dan guru, menjadikan sebuah Pendidikan memasuki era baru, yakni “The Next New Normal”

Di masa daring ini kami selalu memikirkan dan merancangkan metode pembelajaran yang bertujuan agar setiap murid dapat berdampak luas sampai beberapa tahun ke depan.

Saya pastikan murid-murid QCA ketika menjalani proses pembelajaran kapanpun dan dimanapun, mereka akan belajar secara Attentive (penuh perhatian), Diligent (dengan sangat rajin) and Happy! (rasa sukacita).

Diligent!!!

Rajin pangkal pandai”, dalam Pelajaran Bahasa Indonsesia tentunya peribahasa tersebut tidak asing. Didalam Kamus  Besar Bahasa Indonesia, Rajin artinya adalah gemar bekerja (Belajar dan sebagianya) getol, sungguh-sungguh bekerja, selalu giat berusaha. Jika kata rajin diinterpertasikan dengan gemar belajar, tentunya kita bisa simpulkan bahwa semakin seseorang gemar belajar, semakin dia pandai. Saat mereka pandai artinya telah melalui sebuah proses pemahaman dari pengetahuan yang mereka terima, disitulah saatnya mereka akan mencari jawaban dari permasalahnya.

Kami memberikan satu ruang untuk berdiskusi tambahan sebagai wadah mendukung upaya daya juang mereka dalam mencari sebuah solusi. Dan dirancang dalam jadwal konsultasi siswa agar menjadi sarana untuk mengungkap hal-hal yang masih menjadi pertanyaan dalam mengerjakan project dari guru. Wadah konsultasi ini mejadikan peran para guru tidak hanya sebatas memberikan pengetahuan namun sebagai fasilitator yang menjembatani siswa agar mampu mendapatkan jawaban yang mereka pertanyakan dengan cara berbagi pengalaman bermuatan nilai-nilai kebenaran.

Hal ini juga kami harapkan untuk dilakukan oleh para orang tua, untuk menjadi konsultan-konsultan pendidikan bagi anak, dengan cara membagikan pembelajaran melalui pengalaman hidup dengan dasar nilai-niai kebenaran.

Attentive!

Proses pembelajaran secara daring yang berdurasi tidak lama, sehingga sangat membutuhkan fokus yang kuat.

Attentiveness yang tercermin melalui ketelitian siswa untuk mengatur waktu belajar mereka. Memusatkan perhatian pada setiap jadwal mata pelajaran yang tersusun dalam portal edukasi Google Classroom dan menuangkan dalam catatan kecil mereka pada buku agendanya, kegiatan yang dirancang oleh guru yang tertata dalam jadwal pelajaran merupakan salah satu upaya pembelajaran serius untuk tetap memusatkan fokus pikiran siswa terhadap tanggung jawabnya.

Ketika hal tersebut dilakukan dengan penuh perhatian, kami yakin ada dampak baik bagi siswa untuk melakukan segala tugasnya secara mandir. Tujuan kami, saat siswa mendapatkan assignment dari setiap mata  pelajaran  yang  disampaikan  melalui portal  GoogleClassroom, atensi siswa dapat terbentuk; sehingga tak ada satupun proses pembelajaran yang terlewatkan.

Orang tua berperan penting sebagai pendamping/coach di rumah untuk mengawasi siswa saat memasuki jadwal offline class dan discovery time. Kami memang merancang jadwal-jadwal tersebut untuk melatih mereka membangun integritasnya sebagai siswa dengan cara menyusun dan mengatur waktu dengan baik untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru. Kami mendorong semua siswa untuk menyelesaikan semua tugas project di wkatu jadwal-jadwal tersebut untuk menghindari mereka bekerja sampai larut malam.

HAPPY!

Kebahagian itu menyenangkan, Firman Tuhan berkata untuk kita selalu bersukacita berarti terus berbahagia apapun keadaan kita, baik atau buruk (1 Tes 1:6).

Inilah yang harus kita impartasikan kepada anak yang kita didik, sebuah pilihan untuk kita tetap besukacita dalam kondisi apapun. Orangtua dan guru mendidik dengan sukacita penuh! Siswa belajar dengan penuh sukacita penuh!

Yel-Yel Yang Dihidupi!

Di tahun ajaran ini, ketiga kata tersebut, akan menjadi kata-kata yang bermakna dan menjadi inspirasi bagi siswa. Saya percaya, kata : Attentive, Diligent dan Happy, tersebut bukan hanya semata untuk diucapkan dari mulut saja, Tapi saat diucapkan dengan deklarasi dan aksi yang benar maka akan melahirkan sesuatu yang dahsyat dalam kehidupan setiap siswa, karena ketika mereka mengatakannya dengan penuh keyakinan maka roh Allah bekerja di dalam hidupnya, maka hati dan kaki mereka dituntun seturut dengan rancangan Tuhan atas hidup mereka.

Saya percaya sebuah perubahan yang hebat pasti akan dicapai oleh anak-anak dan mereka pasti akan menjadi anak-anak yang mandiri dalam melakukan proses pembelajaran selama masa daring ini. Dan pastinya akan berdampak besar dan lama untuk generasi mereka. Amin!

Leave a Comment

Quiver Center Academy will prepare the next generation of leaders who will take responsibility for repairing the ruins and revealing the destiny of this nation. Therefore, QCA will take on the role as a catalyst to this nation, to bring a new future of prosperity and peace

Subscribe to Our Article

Quiver Center Academy Team © 2020. All rights reserved.

× Informasi lebih lanjut