Dear Parents,

Apa kabar Bpk./Ibu? Saya percaya Bpk./Ibu dan anak-anak ada dalam keadaan sehat dan baik saat ini.

Pandemik virus Corona datang dengan tiba-tiba dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan kita. Tidak terkecuali aspek pendidikan anak-anak. Sudah kurang lebih 2 minggu ini kita menjalani proses pembelajaran dari rumah. Meskipun kami tidak dapat bertemu langsung dengan anak-anak untuk belajar di sekolah seperti biasanya, namun kami ingin memastikan bahwa anak-anak dapat melakukan proses pembelajaran dengan baik dan tetap dapat mencapai target yang telah dirancang.

Dalam situasi yang luar biasa ini dan dengan banyaknya penyesuaian dalam proses pembelajaran yang harus dilakukan dengan segera, kami sangat mengapresiasi kerjasama dan dukungan Bpk./Ibu untuk memfasilitasi pembelajaran mandiri ini.

Kami berharap melalui newsletter ini kita dapat menyamakan persepsi tentang pembelajaran online yang sedang kita lakukan dan bekerjasama dengan lebih baik lagi sehingga anak-anak kita mendapatkan keuntungan yang maksimal dari proses pembelajaran ini.

Learning from Home

Kadang sebuah situasi dan kondisi yang berubah dengan drastis menuntut
perubahan tatanan kehidupan yang drastis juga. Sisi baiknya, dari situasi
seperti inilah kita belajar untuk kreatif dan inovatif dalam menciptakan
kesempatan-kesempatan pembelajaran yang tidak biasa bagi anak-anak.
Supaya hasil akhirnya keterampilan kognitif, emosional, dan sosial mereka
terasah secara komprehensif.

Target dan tujuan dalam proses pembelajaran online ini:

1. Mengasah keterampilan berpikir anak.
Kami mengambil kesempatan untuk mengasah keterampilan berpikir dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan esai yang mengkondisikan anak untuk memahami, menganalisis, mengevaluasi, dan mengaplikasikan konsep dan materi yang mereka pelajari.

Saat anak harus membaca materi pembelajaran dan menjawab pertanyaan
sesuai dengan instruksi yang diberikan lalu mengekspresikan pemikiran
mereka dalam bentuk tulisan, pada saat itulah keterampilan berpikir dilatih. Penilaian diberikan untuk keaktifan anak dalam berpikir dan menuliskan pemikirannya, dan bukan hanya pada jawaban benar atau salah.

2. Membangun kedisiplinan anak.
Kami merancang jadwal pembelajaran dengan durasi waktu yang terukur.
Kami berharap Bpk./Ibu dapat mendorong anak-anak untuk mengerjakan
pekerjaan mereka sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Kedisiplinan dalam diri anak pasti akan terbangun, apabila setiap hari secara konsisten anak bekerja sesuai dengan jadwal yang diberikan.

3. Melatih anak bekerja sesuai dengan target.
Ada tengat waktu yang kami tentukan untuk pengumpulan hasil pekerjaan
setiap harinya. Dan diberlakukan konsekuensi bila terjadi keterlambatan. Hal ini bertujuan untuk melatih diri dan memperbesar kapasitas anak dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target dan waktu yang sudah ditentukan.

Phillippa Lally, peneliti psikologi di University College London, melalui
penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Social Psychology,
menemukan bahwa dibutuhkan waktu antara 18 hari sampai 254 hari untuk seseorang membangun kebiasaan yang baru, dan hal ini sangat dipengaruhi oleh tingkah laku orang tersebut serta lingkungan sekitarnya.

Sebab itu kami percaya apabila ketiga hal di atas dilakukan dengan konsisten, maka keterampilan berpikir, kedisiplinan, dan kemampuan untuk mencapai target pasti akan terbangun dalam diri setiap anak.

Namun, ada hal yang harus kita waspadai dalam situasi ini yaitu anak-anak
terbiasa ada di depan layar komputer/ HP dalam jangka waktu yang cukup
lama. Bagaimana kita dapat menjaga keseimbangan dalam hal ini?

Dr. Delaney Ruston, lulusan Stanford, meneliti secara intensif selama 6 tahun dampak aktivitas di depan layar bagi remaja, menyatakan bahwa tidak semua aktivitas di depan layar berakibat buruk. Karena segala sesuatu yang menuntut produktivitas atau interaksi kreatif akan menguntungkan.

Jadi dalam kondisi saat ini, bantulah anak-anak untuk memiliki keseimbangan. Ingatkan anak saat di depan layar untuk hanya melakukan
hal-hal yang produktif. Sesudah anak-anak menghabiskan waktu cukup lama di depan layar untuk pembelajaran online ini, selanjutnya kondisikan mereka untuk berhenti berada di depan layar dan melakukan hal-hal yang tidak produktif. Dorong untuk memberi waktu bagi mata beristirahat agar tetap terjaga sehat.

Mari manfaatkan situasi yang luar biasa ini menjadi saat pembelajaran yang efektif dan efisien, sehingga ketika anak-anak kembali ke sekolah mereka dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih baik.


Leave a Comment

Quiver Center Academy will prepare the next generation of leaders who will take responsibility for repairing the ruins and revealing the destiny of this nation. Therefore, QCA will take on the role as a catalyst to this nation, to bring a new future of prosperity and peace

Subscribe to Our Article

Quiver Center Academy Team © 2020. All rights reserved.

× Informasi lebih lanjut